Although there is a growing body of literature concerning Circular Economy (CE), there is little, in terms of frameworks in the literature, which focuses on embedding CE values in consumer Retail Reverse Logistics (RRL) operations. The aim of this paper is to present a conceptual framework that supports the adoption of CE values within RRL operations. The framework is designed to assist both practitioners and academics in better understanding the key management aspects involved. The methodology adopts a mixed methods approach combining a desk-based research with rich empirical data from interviews with senior management practitioners and academics in the fields of CE and RRL. From this research, it was found that embedding CE values within RRL necessitates the adoption of a multi-faceted approach. The adoption of the framework will have an impact on practitioners by assisting them in moving towards a more restorative and less impactful approach to their RRL practices. The work is considered innovative and novel as this is the first time the empirical results that suggest a multi-dimensional approach embedding CE values in RRL operations are presented.
12 August 2019 in The International Journal of Logistics Management
Purpose: The purpose of this paper is to unveil the circular economy (CE) values with an ultimate goal to provide tenets in a format or structure that can potentially be used for designing a circular, closed-loop supply chain and reverse logistics.Design/methodology/approach: This is desk-based research whose data were collected from relevant publication databases and other scientific resources, using a wide range of keywords and phrases associated with CE, reverse logistics, product recovery and other relevant terms. There are five main steps in the reformulation of CE principles: literature filtering, literature analysis, thematic analysis, value definition and value mapping.Findings: In total, 15 CE values have been identified according to their fundamental concepts, behaviours, characteristics and theories. The values are grouped into principles, intrinsic attributes and enablers. These values can be embedded into the design process of product recovery management, reverse logistics and closed-loop supply chain.Research limitations/implications: The paper contributes to the redefinition, identification and implementation of the CE values, as a basis for the transformation from a traditional to a more circular supply chain. The reformulation of the CE values will potentially affect the way supply chain and logistics systems considering the imperatives of circularity may be designed in the future.Originality/value: The reformulation principles, intrinsic attributes and enablers of CE in this paper is considered innovative in terms of improving a better understanding of the notion of CE and how CE can be applied in the context of modern logistics and supply chain management.
30 October 2019 in Jurnal Sistem dan Teknologi Informasi (Justin)
Masa studi mahasiswa merupakan tolak ukur penilaian keberhasilan Program Studi, karena masa studi merupakan salah satu indikator keberhasilan proses belajar mahasiswa. Permasalahan mahasiswa lulus tidak tepat waktu dan mahasiswa drop out (DO) masih menjadi kendala Program Studi saat ini. Tujuan penelitian ini adalah membangun sebuah model untuk prediksi awal masa studi mahasiswa, dimana saat ini implementasinya dilakukan pada Program Studi Informatika Universitas Tanjungpura. Keterlambatan mahasiswa dalam menempuh masa studi disebabkan karena kesulitan data pengetahuan yang terbatas tentang prediksi masa studi. Prediksi adalah suatu kegiatan untuk memperkirakan kejadian yang akan terjadi dimasa depan dengan menggunakan data yang sudah ada. Penggunakan model untuk melakukan prediksi masa studi bisa digunakan untuk menangani masalah kerumitan dan ketepatan hasil prediksi, dengan menggunakan metode pendekatan yang cocok untuk prediksi salah satunya adalah algoritma Decision Tree C4.5. Pengujian sistem yang dilakukan menggunakan Cofusion Matrix, menunjukan bahwa model prediksi yang dibangun menggunakan Decision Tree C4.5 menghasilkan rule yang baik digunakan untuk prediksi masa studi mahasiswa. Karena hasil perhitungan nilai akurasi terhadap prediksi yang dihasilkan dengan kenyataan sebenarnya menunjukan nilai precision, recall dan accuracy rata-rata diatas 50% sedangkan untuk nilai error rate berada dibawah 20% .
31 October 2018 in Jurnal Sistem dan Teknologi Informasi (Justin)
Sistem pendukung keputusan (SPK) merupakan sistem berbasis komputer yang berkemampuan mendukung analisis data dan pemodelan keputusan, dengan tujuan untuk meningkatkan efektivitas keputusan yang diambil. SPK diperlukan untuk proses Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) yang meliputi permasalahan seperti pemberkasan yang banyak, proses pengolahan data pemilihan yang memakan waktu lama, melibatkan kriteria yang dinilai dan memungkinkan terjadinya kesalahan manusia. Permasalahan tersebut berpengaruh dalam proses pengolahan data-data yang digunakan untuk proses keputusan. Mekanisme dalam pengambilan keputusan yang melibatkan multikriteria memerlukan suatu metode untuk menghasilkan alternatif keputusan, salah satunya adalah metode Profile Matching. Tujuan penelitian ini adalah membangun sebuah sistem pengambilan keputusan yang dapat digunakan untuk pemilihan mahasiswa berprestasi khususnya Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura. SPK yang dibangun berdasarkan beberapa kriteria yang telah ditentukan. Metodologi penelitian yang dilakukan yaitu studi literatur, analisis kebutuhan, perancangan konseptual, perancangan aplikasi, pengujian dan evaluasi. Model pengembangan sistem menggunakan konsep System Development Life Cycle (SDLC), konsep tersebut digunakan untuk perancangan. Pengujian sistem dilakukan dengan dua cara, yaitu pengujian black box dan User acceptance Test (UAT). Hasil pengujian black box adalah sistem dapat bekerja dengan baik dalam menangani suatu kemungkinan kesalahan, dan pada pengujian UAT sistem dinilai sudah memberikan hasil yang baik, bahwa keputusan yang dihasilkan sudah membantu. Secara keseluruhan, SPK bisa membantu proses pengambilan keputusan dan mengatasi permasalahan pemberkasan, pengolahan data, dan proses penilaian pada Pilmapres.
9 October 2023 in Jurnal Sistem dan Teknologi Informasi (Justin)
Dalam era digital saat ini, web server memainkan peran yang sangat penting dalam melayani permintaan pengguna melalui protokol Hypertext Transfer Protocol (HTTP). Apache Tomcat adalah sebuah web server yang dapat menjalankan Java web application. Node.js adalah runtime environment JavaScript yang memiliki kecepatan eksekusi yang tinggi dan model non-blocking I/O. Web server Go adalah web server yang dibangun menggunakan bahasa pemrograman Go yang menawarkan kecepatan eksekusi yang tinggi, pengelolaan memory yang efisien, dan kemampuan penanganan concurrency yang baik. Selain protokol HTTP, protokol Message Queuing Telemetry Transport (MQTT) juga penting dalam industri Internet of Things (IoT). MQTT adalah protokol ringan yang digunakan untuk pertukaran pesan antara perangkat IoT. Penelitian mengenai analisis skalabilitas web server Apache Tomcat, Node.js, dan Go pada protokol HTTP dan MQTT dilakukan untuk mengetahui kemampuan dari masing-masing platform dalam menangani peningkatan beban kerja dan menemukan web server yang memiliki skalabilitas terbaik. Penelitian ini dilakukan secara offline pada topologi jaringan Local Area Network (LAN), menggunakan Mosquitto broker sebagai MQTT broker dan metode load testing dalam pengujian web server. Adapun skenario pengujian yang digunakan pada penelitian ini adalah masing-masing web server akan dikirim pesan yang berformat JSON oleh 200-1000 client setiap 500 ms selama 5 menit dan QoS 2 untuk publish-subscribe yang disimulasikan dengan menggunakan aplikasi Apache Jmeter. Dari analisis hasil pengujian, didapatkan bahwa pada web server Go pada protokol HTTP memiliki tingkat skalabilitas yang terbaik dibandingkan dengan web server pembanding lainnya dikarenakan memiliki peningkatan throughtput yang stabil seiring dengan meningkatnya jumlah user dan memiliki nilai throughput yang tertinggi.
19 August 2020 in Jurnal Edukasi dan Penelitian Informatika (JEPIN)
Antrian adalah suatu garis tunggu oleh satu atau lebih pelanggan dalam suatu sistem untuk mendapatkan pelayanan. Pelanggan pada antrian rawat jalan rumah sakit adalah pasien sedangkan layanannya adalah pendaftaran dan layanan medis. Masalah utama yang terjadi pada layanan rawat jalan rumah sakit dilihat dari hasil observasi pada RSUD Sultan Syarif Mohaman Alkadrie yaitu waktu yang dihabiskan pasien sangat lama, mulai dari pendaftaran hingga mendapatkan layanan medis oleh dokter yang bersangkutan. Pada model antrian rumah sakit tersebut, waktu tunggu paling banyak dihabiskan pasien untuk menunggu mendapatkan pelayanan medis. Model antrian baru yang dibangun adalah (M/D/n) : (FCFS/?/?), di mana setelah melakukan analisis yang mendalam terhadap kebutuhan sistem antrian di rumah sakit dapat membantu pasien untuk memantau jalannya antrian tanpa harus menunggu di rumah sakit. Implementasi model antrian pada website membuktikan bahwa waktu tunggu pasien selama 2 jam saat observasi awal dapat berkurang hingga mencapai 1 menit. Uji sistem terhadap aplikasi yang dibangun pada penelitian ini dilakukan dengan UAT (User Acceptance Test) dan blackbox. Pengujian blackbox dilakukan untuk menguji input dan output pada sistem dan seluruh hasilnya sesuai. Pengujian UAT secara keseluruhan mendapatkan respon sangat baik.