The digitalization in the banking sector is improving rapidly as shown in the 46.72% increase in the number of digital banking system users in Indonesia, with significant increase in the number of mobile banking users. This enthusiasm should be followed by proper development of user experience (UX) and usability of the applications. User experience is a factor that affects the continuity intention to use an application which later also affects customer satisfaction. Usability also positively affects customer satisfaction. In this study, the UX and usability of four mobile banking applications in Indonesia were measured using the User Experience Questionnaire (UEQ) and System Usability Scale (SUS). The outcomes of the measurement of each application were then presented and compared to analyse the UX and usability of the application. Of four applications, the minimum rating was NEUTRAL, and the usability was regarded as GOOD. These results indicate that users have accepted the usability of the mobile banking applications that they used.
31 March 2019 in JBASE - Journal of Business and Audit Information Systems
PT. XYZ merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang perbankkan, dalam PT. XYZ mempunyai banyak divisi untuk menjalankan roda perusahaan dan setiap divisinya memiliki riwayat peristiwa / dokumentasi masing-masing. Sistem dokumentasi yang digunakan masih menggunakan Microsoft Excel, jika terdapat masalah pada aplikasi yang ditangani oleh divisi maka akan segera dicatat untuk didokumentasikan serta memberikan informasi masalah tersebut kepada penanggung jawab secara lisan untuk dapat cepat ditangani. Penelitian ini bertujuan untuk membangun suatu aplikasi dokumentasi berbasis web untuk mudah dikelola oleh admin dan user. Dalam pengembangan sistem ini peneliti menggunakan metode waterfall, metode ini meliputi Communication, Planning, Modeling, Construction, Deployment. Hasil penelitian menunjukan bahwa sistem dokumentasi ini memiliki kelebihan dan dapat digunakan untuk menggantikan sistem terdahulu.
30 November 2022 in Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi (JUKANTI)
Asuransi adalah salah satu jasa keuangan yang mencatatkan pertumbuhan yang signifikan. Keterlambatan asuransi dapat menimbulkan risiko kerugian finansial yang sebenarnya dapat dikelola dan diminimalkan untuk melindungi nyawa. Mengingat pentingnya asuransi, Bank Jago menyediakan fitur Last Wish kepada pengguna sebagai layanan asuransi yang menitikberatkan pada UI/UX (User Interface/User Experience) agar tingkat penerimaan aplikasi ini tinggi di masyarakat. Proses perancangan UI/UX ini menggunakan metode design thinking yang menyediakan pendekatan berbasis solusi untuk memecahkan masalah. Pada tahap pertama design thinking (emphatise), permasalahan yang dihadapi oleh Bank Jago mengenai asuransi didefinisikan dalam penelitian ini. Tahap define, penelitian ini menyatakan kebutuhan dan masalah pengguna yang dituliskan dalam Pain Point dan pertanyaan How Might We. Tahap ideate, penelitian ini mengklasifikasikan permasalahan yang ada dengan melalui beberapa proses seperti solution idea, affinity diagram dan prioritization idea. Pada tahap prototype, desain mockup yang sudah dibuat diberikan interaksi antar halaman mockup sehingga terbentuk prototype yang menyimulasikan bagaimana pengguna berinteraksi dengan desain yang telah dirancang. Kemudian, prototype ini diuji coba dengan metode usability testing kepada 5 responden yang dipilih berdasarkan kriteria responden yang merupakan seorang pegawai yang sudah memiliki asuransi dari kantor tempat bekerja. Hasil usability testing dari masing-masing responden dirata-rata yang kemudian dibandingkan dengan skala SEQ dan dapat disimpulkan bahwa desain prototype ini memiliki respon positif dari responden. Insurance is one of the financial services that recorded significant growth. Delay in insurance can pose a risk of financial loss which can be managed and minimized to protect lives. Given the importance of insurance, Bank Jago provides users with the Last Wish feature as an insurance service that focuses on UI/UX (User Interface/User Experience) so that the acceptance rate of this application is high in the community. This UI/UX design process uses a design thinking method that provides a solution-based approach to solving problems. In the first stage of design thinking (emphatise), the problems faced by Bank Jago regarding insurance are defined in this study. Define stage, this research states user needs and problems which are written in Pain Point and How Might We question. The ideate stage, this research classifies the existing problems by going through several processes such as solution ideas, affinity diagrams and prioritization ideas. At the prototype stage, the mockup design that has been created is given interaction between mockup pages so that a prototype is formed that simulates how users interact with the design that has been designed. Then, this prototype was tested using the usability testing method to 5 respondents who were selected based on the criteria of the respondent who was an employee who already had insurance from the office where he worked. The results of usability testing from each respondent are averaged which is then compared with the SEQ scale and it can be concluded that this prototype design has a positive response from the respondents.
30 November 2022 in Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi (JUKANTI)
Kemampuan berbahasa inggris merupakan salah satu kemampuan dasar yang harus dimiliki pelajar pada era ini. Umumnya, ditemukan kendala dalam mencapai tujuan pembelajaran Bahasa Inggris, sehingga diperlukan suatu solusi dari permasalahan tersebut. Solusi tersebut dapat berupa suatu sistem yang terintregasi yang mudah diakses dan menarik perhatian dalam bentuk aplikasi Learning Management System (LMS) berbasis web menggunakan Kotonya and Sommerville Linear Process Model. Pembangunan sistem tersebut memerlukan satu fase penting yaitu menganalisa kebutuhan, tujuan, fungsi dan batasan-batasan pengembangan. Perancangan rekayasa aplikasi tersebut terdiri dari elicitation, analysis and negotiation documentation, dan validation. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, prototype dapat membantu mengkomunikasikan gambaran keseluruhan sistem yang akan dibangun kepada pengguna pada tahapan validation. Berdasarkan rekayasa kebutuhan yang sudah dilakukan, didapatkan bahwa dengan melakukan rekayasa kebutuhan ini sebelum membangun suatu sistem dapat mempermudah identifikasi masalah terkait pembangunan learning management system dapat dibangun sistem sesuai dengan kebutuhan.
5 March 2025 in JIPI (Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Informatika)
Secara geografis Provinsi Sulawesi Tengah terletak di antara pertemuan tiga lempeng serta dilintasi garis khatulistiwa, menyebabkan daerah Provinsi Sulawesi Tengah menjadi daerah yang cukup rawan terhadap berbagai bencana alam. Bencana alam yang terjadi dapat memberikan dampak besar terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat. Mengantisipasi sekaligus meminimalisir dampak yang akan terjadi akibat bencana, perlu dilakukan identifikasi wilayah yang beresiko tinggi terhadap bencana alam. Penelitian ini bertujuan melakukan pengelompokan daerah rawan bencana alam di Provinsi Sulawesi Tengah menggunakan algoritma K-Means serta merancang sistem informasi berbasis web untuk visualisasi data hasil clustering ke dalam bentuk peta interaktif. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa terdapat lima daerah Kabupaten atau Kota di Provinsi Sulawesi Tengah yang masuk dalam kategori Daerah Rawan Bencana, dan delapan daerah yang masuk dalam kategori Daerah Tidak Rawan Bencana dengan hasil yang divisualisasikan ke dalam bentuk peta interaktif pada sistem informasi berbasis web yang telah dirancang. Hasil clustering dapat dikatakan sudah optimal, dibuktikan dengan hasil pengujian berdasarkan Davies Bouldin Index yang mendekati nol dengan nilai 0,6531711248. Adapun hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi alat dan acuan yang berguna bagi pemerintah serta pihak terkait dalam upaya perencanaan strategi mitigasi bencana dan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana alam di Provinsi Sulawesi Tengah.
18 February 2020 in Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer
Dalam usaha kuliner, analisis menu perlu dilakukan untuk melihat keseimbangan antara food cost, harga menu, popularitas item, juga pertimbangan finansial dan pemasaran. Menu engineering merupakan metodologi untuk mengelompokkan menu berdasar pada margin kontribusi dan popularitas. Pada penelitian ini dilakukan analisis menu engineering pada suatu Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Salatiga yang bergerak di bidang kuliner menggunakan Two-Step Cluster yang dapat menggali cluster alami sesuai dengan kumpulan data menu yang ada sehingga akan ditemukan jumlah cluster yang optimal. Two-Step Cluster adalah metode yang dapat menangani variabel kategori dan kontinu, oleh karena itu dilakukanlah adaptasi model menu engineering yang diusulkan Kasavana dan Smith (1982) dengan menambahkan variabel category, sehingga dengan menggunakan Two-Step Cluster dapat dilihat mayoritas kategori menu yang menjadi anggota pada setiap cluster. Adaptasi juga dilakukan dalam kelompok variabel kontinu, yaitu dengan menambahkan variabel revenue yang digunakan untuk perbandingan pada hasil cluster. Dengan indikator Schwarz's Bayesian Information Criterion (BIC) dihasilkanlah jumlah cluster optimal yaitu 4 cluster dengan anggota paling sedikit pada cluster “popularitas tinggi dan mempunyai margin kontribusi yang berada di atas rata-rata”. Pengujian clustering dilakukan dengan menggunakan metode Silhoutte dan menunjukkan kualitas cluster yang dihasilkan memiliki nilai Silhoutte yang besar yaitu 0,7. Hal ini membuktikan cluster-cluster yang terbentuk telah terklasterisasi dengan baik. Adapun manfaat dari penelitian ini adalah didapatkannya rekomendasi kebijakan baru untuk setiap cluster yang dihasilkan sehingga dapat digunakan pemilik UMKM dalam upaya peningkatan revenue usaha. AbstractIn culinary business, menu analysis is needed to see the balance of food cost, menu item prices, item popularity, as well as the financial and marketing considerations. Menu engineering is a method to group menu according to the contribution margin and popularity. The present study conducts a menu analysis to a Small Medium Enterprise (SME) in culinary business in Salatiga by implementing Two-Step Cluster analysis. It aims to find the natural clusters based on the existing menu data set to discover the optimal cluster number. Two-Step Cluster is a method that can be used to process categorical and continuous variables. In this study, the menu engineering model by Kasavana and Smith (1982) was adapted by adding the categorical variable. Therefore, by using the Two-Step Cluster method, the majority of menu category in each cluster can be seen. This adaption was also implemented in the continuous variable group by adding the revenue variable used for the comparison of the cluster results. With Schwarz's Bayesian Information Criterion (BIC) indicator, the results of the study show there are four clusters, in which “the highest popularity and the contribution margin above the average” cluster has the least members. Using Silhouette method, clustering testing was conducted, indicating the cluster quality result with 0,7 Silhouette value. As for the benefit of the study, new strategic recommendations can be generated for the resulted clusters based on which SME owners can improve their revenue.