Reza Pertiwi

Mrs. Reza Pertiwi

orcid

Research Focus & Metrics

Academic Career Length

5Years (2022-Present)

(Calculated once Scilit publication data is synced: current year − year of first publication + 1)

Representative Publications

View All Publications
25 April 2022 in Inflammopharmacology
Verified
Journal Article
Closed access
PDF file
RPReza Pertiwi
Reza Pertiwi
ASAgung Giri Samudra
Agung Giri Samudra
NWNoval Kurnia Wati
Noval Kurnia Wati
AHAanisah Hanuun
Aanisah Hanuun
SSSalprima Yudha S
Salprima Yudha S
RWRisky Hadi Wibowo
Risky Hadi Wibowo

1 October 2025 in Journal of Experimental Pharmacology
Verified
Journal Article
Open access
PDF file
RPReza Pertiwi
Reza Pertiwi
GWGofarana Wilar
Gofarana Wilar
SSSri Adi Sumiwi
Sri Adi Sumiwi
Jutti LevitaJutti Levita
Jutti Levita
Colocasia esculenta (L.) Scott, commonly known as taro, is a tuberous plant widely cultivated and utilized as a food source and traditional medicine in various cultures worldwide. Its ethnopharmacological significance, particularly in Asia, Africa, and the Pacific Islands, has increased scientific interest in exploring its therapeutic potential. This review provides a comprehensive overview of the diverse characteristics of C. esculenta, emphasizing its bioactive constituents and reported pharmacological activities. To gather relevant information, articles were retrieved from the PubMed database using the keyword “Colocasia esculenta”, with filters applied to full-text articles published between 2015 and 2024. Inclusion criteria comprised studies reporting pharmacological, toxicological, or phytochemical findings, while unrelated agricultural studies were excluded. The evidence suggests that C. esculenta exhibits multiple pharmacological activities across various experimental models. In vitro studies have shown this plant has anticancer, antibacterial, anti-inflammatory, antiproliferative, anti-oxidant, and antidiabetic properties. Animal models have demonstrated their anticancer, antidiarrheal, anti-obesity, hepatoprotective, antidiabetic, diuretic, antihyperlipidemic, anti-inflammatory, neuroprotective, and anticonvulsant properties. Flavonoids, phenolic compounds, and alkaloids contribute to the therapeutic effects of C. esculenta. Limited human investigations, including studies using the proximity extension assay (PEA) protocol, suggest potential translational applications, although clinical evidence remains scarce. In conclusion, C. esculenta demonstrates promising pharmacological activities supported by preclinical evidence, yet significant research gaps persist, particularly regarding varietal differences, standardized dosages, safety profiles, and rigorous clinical validation. Future studies should focus on comparative phytochemical analyses, toxicological evaluations, and well-designed clinical trials to establish its efficacy and safety as a plant-based therapeutic agent.

28 February 2023 in Journal of Community Empowerment
Verified
Journal Article
Open access
PDF file
SWSepti Wulandari
Septi Wulandari
DSDelia Komala Sari
Delia Komala Sari
DHDian Handayani
Dian Handayani
RPReza Pertiwi
Reza Pertiwi
RRReza Rahmawati
Reza Rahmawati
YPYona Harianti Putri
Yona Harianti Putri
Antibiotik merupakan obat golongan antimikroba yang digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri. Prevalensi penyakit infeksi yang tinggi, meningkatkan penggunaan antibiotik di masyarakat. Faktor penting yang menyebabkan tingginya angka resistensi antibiotik ialah penggunaan yang tidak rasional. Pengetahuan masyarakat tentang antibiotik yang minim, dapat memengaruhi sikap dan perilaku kesehatan, termasuk dalam penggunaan antibiotik yang tidak rasional. Pengetahuan memiliki peran penting dalam membentuk kepercayaan dan sikap mengenai perilaku tertentu, termasuk perilaku dalam penggunaan antibiotik. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mengenai informasi penggunaan antibiotik kepada masyarakat umum dan mahasiswa/I S1 Farmasi. Metode yang digunakan pada kegiatan bakti sosial ini berupa webinar edukasi, diskusi dan tanya jawab dengan materi mengenai pemberian informasi penggunaan antibiotik. Peserta yang mengikuti kegiatan ini melakukan pengisian registrasi atau absensi terlebih dahulu, dilanjutkan acara inti yaitu penyampaian materi penyuluhan kepada masyarakat dan games. Diakhir acara juga ada pembagiaan hadiah yang diberikan kepada pemenang games.

1 July 2026 in Drug Design, Development and Therapy
Verified
Journal Article
Open access
RPReza Pertiwi
Reza Pertiwi
GWGofarana Wilar
Gofarana Wilar
SSSri Adi Sumiwi
Sri Adi Sumiwi
Jutti LevitaJutti Levita
Jutti Levita
Peptic ulcer disease (PUD) remains a significant global health concern associated with substantial morbidity. The primary etiologies include Helicobacter pylori infection and the use of nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs), both of which impair gastric mucosal defense mechanisms. This review aims to provide an updated overview of the pathogenesis, clinical manifestations, diagnostic approaches, and current management strategies of PUD, including emerging therapeutic developments. Advances in diagnostic modalities, such as endoscopy and imaging, have improved early detection and clinical outcomes. Current management focuses on H. pylori eradication, gastric acid suppression with proton pump inhibitors (PPIs), and prevention of complications. Recent advances in peptic ulcer therapy include the introduction of potassium-competitive acid blockers (P-CABs), which provide rapid and potent acid suppression and may serve as an effective alternative to PPIs in selected patients. In cases of bleeding ulcers, endoscopic therapy combined with high-dose PPI administration remains the standard of care. Case reports from multiple countries demonstrate a wide clinical spectrum, ranging from mild dyspepsia to severe complications such as perforation and upper gastrointestinal bleeding. Common risk factors include chronic NSAID use, smoking, anticoagulant therapy, and persistent H. pylori infection. Diagnosis is established through laboratory evaluation, imaging, and endoscopy, while treatment ranges from pharmacological therapy to emergency surgical intervention in severe cases. Most patients show favourable outcomes with timely management, although mortality may still occur in complicated conditions. Emerging challenges, particularly antibiotic resistance, have led to the adoption of tailored therapeutic strategies based on antimicrobial susceptibility testing. In addition, novel approaches, including phytotherapy, are being explored as potential adjuncts. An individualized and evidence-based approach is therefore essential to optimize clinical outcomes in patients with PUD.

12 April 2022 in Surya Abdimas
Verified
Journal Article
Open access
PDF file
RPReza Pertiwi
Reza Pertiwi
SSSalprima Yudha S
Salprima Yudha S
WPWuri Prameswari
Wuri Prameswari
MAMifta Violina Aniza
Mifta Violina Aniza
BPBuistu Arba’a Nuyuh Putri
Buistu Arba’a Nuyuh Putri
RSRais Akbar Syahputra
Rais Akbar Syahputra
Desa Rindu Hati terletak di Kecamatan Taba Penanjung, kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng), Provinsi Bengkulu, terus menggali potensi wisata alam yang ada di sekitar desa. Pekarangan rumah warga dapat dijadikan objek wisata edukasi bagi pengunjung wisata desa Rindu Hati. Tanaman obat tradisional dapat menjadi pilihan yang tepat untuk ditanam di pekarangan rumah. Tanaman obat dapat membantu kebutuhan ekonomi masyarakat, terutama di desa Rindu Hati. Tidak hanya untuk tanaman obat, tapi juga untuk tanaman hias, bunga atau buah-buahan. Tanaman ini nantinya dapat diolah menjadi jamu. Mulai jamu dalam bentuk cairan dan langsung minum atau dikemas dalam bentuk bubuk. Inilah yang dimaksud mempunyai manfaat ganda, karena hasilnya dapat memberikan banyak manfaat. Tanaman obat tradisional yang terdapat di pekarangan rumah dapat disusun sedemikian rupa dan diberi label identitas untuk memudahkan pengunjung mengetahui nama, jenis, serta khasiat tanaman obat tradisional tersebut. Informasi yang tersampaikan melalui label identitas pada tanaman obat tradisional dapat membantu pengunjung mengetahui jenis dan khasiat dari tanaman obat tradisional. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan terhadap warga sekitar wisata alam desa Rindu Hati Bengkulu Tengah dengan menggunakan metode penyuluhan serta pelatihan menanam tanaman obat tradisional. Tujuannya yaitu untuk menambah nilai desa wisata dan meningkatkan pengetahuan masyarakat terhadap obat tradisional. Hasil dari kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran keluarga di Desa Rindu Hati untuk memanfaatkan pekarangan rumah dengan melakukan penanaman tanaman obat tradisional yang bernilai wisata edukasi.

3 August 2024 in Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa
Verified
Journal Article
Open access
PDF file
RPReza Pertiwi
Reza Pertiwi
SWSepti Wulandari
Septi Wulandari
JRJuwita Triananda Radestian
Juwita Triananda Radestian
MSMuhaida Ramzany Simatupang
Muhaida Ramzany Simatupang
KPKhoirunnisa Awaliyah Putri
Khoirunnisa Awaliyah Putri
AAAziz Alfarizi
Aziz Alfarizi
Pengabdian ini dilakukan di stadion semarak dengan target bapak dan ibu-ibu yang mengikuti senam dengan yayasan senam jantung sehat di bengkulu, penulis mengambil judul sosialisasi penggunaan obat selama bulan ramadhan. pemilihan target didasarkan dari peserta dari yayasan senam jantung sehat rata-rata adalah ibu-ibu/ bapak-bapak dengan umur 45 tahun keatas, dimana masyrakat sudah memasuki usia senja yang mengonsumsi obat obatan seperti obat hipertensi dan lainnya. Judul sosialisasi dipilih karena beberapa alasan yaitu karena akan dimulainya bulan ramadhan dan keluhan masyarakat yang bingung tentang cara penggunaan obat selama bulan puasa dan tidak efektifan obat yang digunakan karena cara penggunaan yang kurang tepat. Pengabdian dilakukan dengan menggunkan beberapa media secara audio dan visual, dimana audio dilaksanakan dengan pemberian materi secara lisan dari pemateri dengan menggunakan presentasi interaktif langsung dengan masyarakan. Sedangkan media visual digunakan leaflet yang memuat materi yang akan disampaikan. Lalu evaluasi dilakukan dengan diskusi tanya jawab tanpa melihat leaflet, untuk melihat apakah materi yang disampaikan dapat dipahami oleh masyarakat. Hasil yang diperoleh sudah mencapat target dan luara dari penulis.