The waste problem is endless, especially non-organic waste. Garbage that has been collected and not managed properly can cause big problems. Raam Island is one of the areas in the city of Sorong that is constrained by waste problems. Many non-organic wastes cannot be resolved. It is a challenge for academics to be able to help solve. In this activity, one of the efforts made was the socialization of the existence of a method that can be applied to reduce non-organic waste. One of them is the introduction of 3D printer products processed from polyethylene terephthalate (PET) non-organic plastic waste. Plastic non-organic waste of Polyethylene Terephthalate (PET) is waste produced from drink bottles, such as mineral water bottles. Knowledge of non-organic waste processing techniques needs teaching from an early age. Therefore, socialization activities are carried out starting from the elementary school level. This activity resulted in the additional insight that there is a new method for processing non-organic plastic waste, especially the type of Polyethylene Terephthalate (PET) often used in everyday life. Based on survey results, data was generated that this activity was very beneficial for the surrounding community. It is hoped that after this activity, the surrounding community can start not directly disposing of drink bottle waste but could collect it and then process it into useful products.
Material peredam panas merupakan material alami atau sintetis yang diaplikasikan untuk menahan temperatur tinggi. Pada aplikasi sipil, guna mendapatkan kenyamanan dalam melakukan aktivitas sehari-hari material peredam panas banyak dipilih oleh karena kemampuan material tersebut. Di alam, banyak terkandung material peredam panas misalkan tanah, bebatuan mineral, dan lain sebagainya. Raw material tersebut, nantinya akan diolah atau dimanfaatkan langsung untuk diaplikasikan sebagai material peredam panas. Kota sorong merupakan sebuah kota yang memiliki kondisi paling kritis dan telah menjadi tantangan penting bagi banyak kota dalam permasalahan pulau panas perkotaan. Kondisi tersebut memacu timbulnya sebuah fenomena Urban Heat Island (UHI). Dalam upaya untuk mengurangi panas yang ditimbulkan, digunakan berbagai macam material untuk diaplikasikan di beberapa hal. Material tersebut diantaranya Material Beton Cor, Material Aspal, Material Tanah. Dalam penelitian ini, performa material dalam mengurangi panas ditentukan untuk ketiga material tersebut. Alat ukur yang digunakan adalah alat ukur yang umum digunakan untuk mengukur temperatur. Pengukuran dilakukan mulai dari pagi sampai malam. Hasil yang didapatkan bahwa material beton cor memiliki performa lebih baik dibanding dengan material jenis lain jika diaplikasikan sebagai atap dalam mengurangi panas. Sedangkan material aspal merupakan material yang baik jika diaplikasikan sebagai material jalan. Dengan temperatur rata-rata yang dihasilkan masing-masing material pagi = 〖32.5〗^0 C, siang = 〖60.2〗^0 C, sore = 〖34.7〗^0 C, dan malam = 〖31.0〗^0 C dan pagi = 〖30.0〗^0 C, siang = 〖33.4〗^0 C, sore = 〖29.4〗^0 C, dan malam = 〖28.5〗^0 C.