Eko Tavip Maryanto

Eko Tavip Maryanto

orcid

Research Focus & Metrics

Academic Career Length

5Years (2022-Present)

(Calculated once Scilit publication data is synced: current year − year of first publication + 1)

Representative Publications

View All Publications
22 December 2022 in Buildings
Verified
Journal Article
Open access
PDF file
EMEko Tavip Maryanto
Eko Tavip Maryanto
ASAry Setyawan
Ary Setyawan
MBMaria Theresia Sri Budiastuti
Maria Theresia Sri Budiastuti
WAWinny Astuti
Winny Astuti
Local knowledge of a region is an asset that encourages the identification of a region. Hence, the specificity, uniqueness, and character that animates a particular city can distinguish it significantly from other cities. Sago tree fronds are widely applied to buildings as an alternative material for making tiles for roofs and other parts of buildings. The sago palm has long been used for making roofs and walls, especially in traditional houses. Few previous studies have used sago fronds as a manufacturing material for traditional houses. However, based on data in the field, many traditional houses still use sago fronds as a roof and wall framing material. This is also an effort to overcome the urban heat island phenomenon (UHI) in buildings. The UHI phenomenon is a phenomenon of urban development that highly affects environmental quality conditions and causes microclimate changes where air temperature conditions in urban areas are higher than the surrounding air temperatures. Sago midrib fiber is a natural composite material used as a reinforcing material for natural composite materials due to its thermal and mechanical properties. Composite materials using the hand lay-up technique—with characterization methods including the impact test and the DSC test, variations in NaOH levels, and variations in the resin–catalyst matrix—were used in this study. The results obtained were then compared with those in the literature. The results showed that 6% NaOH obtained the most significant impact value of 2.1 J, and the resin–catalyst matrix variation of 97.5%:2.5% obtained the most significant impact value, which was 2.4 J. Meanwhile, the DSC test results showed that the material’s best value for retaining heat was at 4% NaOH content variation and a resin–catalyst matrix variation of 97.5%:2.5%.

17 October 2022 in ALE Proceeding
Verified
Journal Article
Open access
PDF file
RRRezza Ruzuqi
Rezza Ruzuqi
EMEko Tavip Maryanto
Eko Tavip Maryanto
Material peredam panas merupakan material alami atau sintetis yang diaplikasikan untuk menahan temperatur tinggi. Pada aplikasi sipil, guna mendapatkan kenyamanan dalam melakukan aktivitas sehari-hari material peredam panas banyak dipilih oleh karena kemampuan material tersebut. Di alam, banyak terkandung material peredam panas misalkan tanah, bebatuan mineral, dan lain sebagainya. Raw material tersebut, nantinya akan diolah atau dimanfaatkan langsung untuk diaplikasikan sebagai material peredam panas. Kota sorong merupakan sebuah kota yang memiliki kondisi paling kritis dan telah menjadi tantangan penting bagi banyak kota dalam permasalahan pulau panas perkotaan. Kondisi tersebut memacu timbulnya sebuah fenomena Urban Heat Island (UHI). Dalam upaya untuk mengurangi panas yang ditimbulkan, digunakan berbagai macam material untuk diaplikasikan di beberapa hal. Material tersebut diantaranya Material Beton Cor, Material Aspal, Material Tanah. Dalam penelitian ini, performa material dalam mengurangi panas ditentukan untuk ketiga material tersebut. Alat ukur yang digunakan adalah alat ukur yang umum digunakan untuk mengukur temperatur. Pengukuran dilakukan mulai dari pagi sampai malam. Hasil yang didapatkan bahwa material beton cor memiliki performa lebih baik dibanding dengan material jenis lain jika diaplikasikan sebagai atap dalam mengurangi panas. Sedangkan material aspal merupakan material yang baik jika diaplikasikan sebagai material jalan. Dengan temperatur rata-rata yang dihasilkan masing-masing material pagi = 〖32.5〗^0 C, siang = 〖60.2〗^0 C, sore = 〖34.7〗^0 C, dan malam = 〖31.0〗^0 C dan pagi = 〖30.0〗^0 C, siang = 〖33.4〗^0 C, sore = 〖29.4〗^0 C, dan malam = 〖28.5〗^0 C.