Putra Maulida

Mr. Putra Maulida


Research Focus & Metrics

Academic Career Length

2Years (2025-Present)

(Calculated once Scilit publication data is synced: current year − year of first publication + 1)

Representative Publications

View All Publications
14 April 2025 in Earth Science Informatics
Verified
Journal Article
Closed access
PDF file
MCMokhamad Nur Cahyadi
Mokhamad Nur Cahyadi
HHHepi Hapsari Handayani
Hepi Hapsari Handayani
ARAgus Budi Rahardjo
Agus Budi Rahardjo
ENEko Nurmianto
Eko Nurmianto
PMPutra Maulida
Putra Maulida
NINafisatus Sania Irbah
Nafisatus Sania Irbah


24 April 2025 in Research Square
Verified
Preprint
Open access
PDF file
ABArizal Bawasir
Arizal Bawasir
MCMokhamad Nur Cahyadi
Mokhamad Nur Cahyadi
SASyachrul Arief
Syachrul Arief
PMPutra Maulida
Putra Maulida
Eko Yuli HandokoEko Yuli Handoko
Eko Yuli Handoko
MLMiko Cahya Laksmana
Miko Cahya Laksmana
Global Navigation Satellite System (GNSS) signal exploration is advancing rapidly, and one of the latest techniques is GNSS interferometric reflectometry (GNSS-IR). This method uses multipath signals to measure the vertical distance from the reflecting surface to a geodetic antenna or receiver. Traditional scientific-grade GNSS instruments are costly, limiting their widespread use in environmental monitoring. To address this issue, we employed low-cost GNSS devices to monitor water levels at PT Garam Pamekasan using the GNSS-IR method. In this study, we tested two antenna configurations: vertically (zenith-looking) and obliquely toward the river (horizon-looking). By leveraging signal-to-noise ratio (SNR) observations, we were able to estimate water surface height with increased precision. The comparison of multipath signal characteristics revealed that the oblique antenna setup amplified the SNR amplitude, improving data quality and accuracy compared to conventional tide gauge observations. The oblique antenna showed a higher average Peak-to-Noise Ratio (PNR) of 4.52 compared to 3.95 for the upright antenna, indicating a higher quality signal. Comparisons with measurements taken using conventional tide gauges reveal that the oblique antenna produced a lower Root Mean Square Error (RMSE) and Mean Absolute Error (MAE), measuring 8.201 cm and 6.691 cm, respectively, compared to 13.894 cm and 11.438 cm for the upright antenna. The oblique antenna also demonstrated a stronger correlation with the tide gauge data, with a correlation coefficient (ρ) of 0.9837, surpassing the upright antenna’s value of 0.9615. The Van de Casteele test revealed fewer residuals and increased accuracy for the oblique antenna. Tide predictions showed 30% higher accuracy for the oblique antenna, with an RMSE of 10.130 cm compared to 14.064 cm for the upright antenna. Tidal predictions showed better performance with the oblique antenna, correlating with higher data quality and accuracy. Thus, our findings suggest that low-cost GNSS devices, particularly with an oblique antenna setup, are promising tools for GNSS-IR monitoring in narrow water bodies, providing reliable and accurate environmental data.

9 October 2026 in Pure and Applied Geophysics
Verified
Journal Article
Closed access
PDF file
MWMega Wulansari
Mega Wulansari
MCMokhamad Nur Cahyadi
Mokhamad Nur Cahyadi
BMBuldan Muslim
Buldan Muslim
IMIhsan Naufal Muafiry
Ihsan Naufal Muafiry
PMPutra Maulida
Putra Maulida
YMYohananda Maria Mendhieta
Yohananda Maria Mendhieta

31 December 2025 in Jurnal Pendidikan Geosfer
Verified
Journal Article
Open access
PDF file
EWElysa Wulandari
Elysa Wulandari
PRPutra Rizkiya
Putra Rizkiya
ABAfifah Balqis
Afifah Balqis
PMPutra Maulida
Putra Maulida
Banjir limpahan dari luapan air sungai dan genangan air saat air laut pasang menyebabkan tergenangnya lahan rendah di kawasan muara sungai-pantai. Kecamatan Kuta Raja, yang berada di kawasan pesisir Kota Banda Aceh, Indonesia, merupakan daerah rentan banjir karena sebagian areanya berada di bawah permukaan laut dan memiliki karakteristik rawa-rawa. Banjir menyebabkan penurunan kualitas kehidupan masyarakat dan merusak infrastruktur. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi karakteristik ancaman banjir dan bentuk kerusakan di kawasan permukiman muara sungai-pantai di Kecamatan Kutaraja berdasarkan pola datang banjir, lama genangan, dan pola surut banjir, serta memberikan rekomendasi strategi mitigasi. Data primer dikumpulkan melalui wawancara dan observasi lapangan, sementara data sekunder didapatkan dari dokumen dan lembaga terkait. Peta dibuat menggunakan perangkat lunak GIS. Analisis dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif dan SWOT. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa banjir di Kecamatan Kuta Raja umumnya terjadi secara bertahap. Topografinya yang landai membuat genangan berlangsung lama saat intensitas hujan tinggi. Surutnya banjir berlangsung secara bertahap dan adanya vegetasi membuat banjir surut lebih cepat. Kerusakan berupa tergerusnya tanah, terendamnya rumah berpondasi rendah dan rusaknya jalan. Strategi mitigasi yang direkomendasikan yaitu meninggikan teras rumah, mengadakan sosialisasi tentang banjir, menjadikan mesjid dan sekolah sebagai tempat mengungsi, perencanaan jalur evakuasi, serta menjaga vegetasi. ABSTRACT Flooding from river overflows and high tides causes inundation of low-lying land in river-coastal estuary areas. Kuta Raja Sub-district, located on the coast of Banda Aceh City, Indonesia, is flood-prone because it is below sea level and characterized by swamps. Flooding reduces the quality of life of the community and damages infrastructure. The study aims to identify the characteristics of flood threats and damage in the coastal-river estuary residential areas in Kutaraja based on the pattern of flood arrival, inundation duration, and flood receding pattern and provide recommendations for mitigation strategies. Primary data were collected through interviews and field observations, while secondary data were gained from relevant documents and institutions. Maps were created using GIS software. Analysis was conducted using descriptive qualitative and SWOT methods. The results showed that flooding in Kuta Raja generally occurs gradually. The sloping topography makes inundation last long when the rain intensity is high. Flood receding occurs gradually, while vegetation makes floods recede more quickly. The damage is soil erosion, submerged houses with low foundations, and road damage. The recommended mitigation strategies are raising the house terrace, conducting socialization about flooding, using mosques and schools as evacuation places, planning evacuation routes, and maintaining vegetation

22 May 2025 in SEWAGATI
Verified
Journal Article
Open access
PDF file
PMPutra Maulida
Putra Maulida
NNNurwatik Nurwatik
Nurwatik Nurwatik
IHIrena Hana Hariyanto
Irena Hana Hariyanto
MSMuhammad Aldila Syariz
Muhammad Aldila Syariz
HHHusnul Hidayat
Husnul Hidayat
MMMuchammad Faisal Mukmin
Muchammad Faisal Mukmin
Jagung merupakan komoditas pertanian strategis masa depan penghasil karbohidrat. Seiring peningkatan populasi global, permintaan jagung baik untuk pangan maupun pakan terus meningkat. Jagung sebagai pangan strategis menjadi salah satu bahan yang harus diberikan atensi lebih. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Jawa Timur merupakan provinsi dengan luas pertanian jagung terbesar di Indonesia yaitu 735.054 ha pada tahun 2024. Kabupaten Ponorogo sebagai salah satu penghasil jagung di Jawa Timur, terbilang masih sangat terbatas dibandingkan kabupaten lainnya yang mencapai 3-4 kalinya. Salah satu faktor penting dalam produksi jagung adalah proses end products dan jaringan pemasarannya. Distribusi jagung di Ponorogo masih bergantung pada tengkulak, yang mengakibatkan rendahnya harga jual produksi jagung dari petani. Solusi yang dilakukan pada kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah membuat sistem informasi pertanian berbasis WebGIS untuk mendukung produksi dan distribusi jagung. Platform ini memungkinkan petani memasarkan hasil panen secara online dan konsumen membeli dengan harga yang adil. Selain itu, platform ini akan menyediakan informasi pemetaan jagung, termasuk kesehatan tanaman, prediksi produksi, dan analisis citra satelit. Kegiatan pengabdian masyarakat ini mencakup survei lapangan dengan UAV dan wawancara petani, didukung citra satelit untuk klasifikasi lahan jagung serta data sekunder seperti produksi, peta lahan, dan sumber daya terkait. Hasil akhirnya adalah platform sistem informasi pertanian untuk mendukung produktivitas jagung di Ponorogo dan wilayah lainnya.