Norhayati Norhayati

Norhayati Norhayati

Auto-generated profile, based on publicly available information

Norhayati Norhayati

Universitas Borneo Lestari

Research Focus & Metrics

Academic Career Length

3Years (2024-Present)

(Calculated once Scilit publication data is synced: current year − year of first publication + 1)

Representative Publications

View All Publications
20 November 2024 in Basic & Clinical Pharmacology & Toxicology
Verified
Journal Article
Open access
PDF file
SISamuel Inshutiyimana
Samuel Inshutiyimana
MAMichael Matiop Aleu
Michael Matiop Aleu
MAMustaf Aden Abdinoor
Mustaf Aden Abdinoor
MJMariyah Murtaza Janoowalla
Mariyah Murtaza Janoowalla
NNNorhayati Norhayati
Norhayati Norhayati
Although diloxanide is a drug of choice for treating asymptomatic amoebiasis, its mechanism of action (MOA) remains unclear. This review aims to shed light on the current understanding of the effectiveness and MOA of diloxanide in treating amoebiasis . It involves analysis of articles, retrieved from PubMed, Google Scholar and EBSCOhost, on diloxanide and the treatment of Entamoeba histolytica infection. Diloxanide is used in an ester form, which allows its high luminal concentration and greater efficacy than metronidazole in the management of asymptomatic amoebiasis. The current understanding of the action of diloxanide is based on its structural similarity to chloramphenicol at dichloroacetamide group. It acts against protein synthesis in E. histolytica trophozoites, blocking their conversion to more virulent and invasive cyst forms. Furthermore, it has a parasite clearance rate of 81–96% and treats amoebic abscesses when combined with metronidazole and chloroquine. Nevertheless, it is associated with adverse events such as flatulence, anorexia, headache and urticaria. Diloxanide is efficacious against amoebiasis but there is a need to explore its structure–activity relationship.The study suggests future directions, including novel drug formulations, diagnostic improvements, and combination regimens to enhance treatment outcomes and mitigate relapse associated with the use of diloxanide.

24 April 2024 in Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)
Verified
Journal Article
Closed access
NANurul Amalia
Nurul Amalia
NNNorhayati Norhayati
Norhayati Norhayati
ARAditya Noviadi Rakhmatullah
Aditya Noviadi Rakhmatullah
PPPuspawati Puspawati
Puspawati Puspawati
ABSTRAK Penyakit degeneratif adalah suatu kondisi yang mempengaruhi organ tubuh dan biasanya terjadi pada orang-orang berusia tua atau muda. Kolesterol disebabkan oleh seringnya konsumsi makanan tinggi lemak dan dapat memicu berbagai penyakit seperti hipertensi, jantung, stroke, dan diabetes mellitus. Hipertensi merupakan penyakit paling mematikan di seluruh dunia. Sekitar 1,28 miliar orang dewasa berusia antara 30 dan 79 tahun di seluruh dunia menderita tekanan darah tinggi. Desa Sungai Rangas kecamatan Martapura Barat merupakan daerah yang banyak menderita hipertensi di provinsi Kalimantan Selatan. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan edukasi terkait pemanfaatan jus bawang putih tunggal (Allium sativum) terhadap pencegahan hipertensi, glukosa dan kolesterol. Metode yang dilakukan yaitu mulai dari proses permohonan izin pelaksanaan, persiapan alat dan bahan, pendataan warga dan pembagian form pemeriksaan kesehatan, sosialisasi dan pemeriksaan kesehatan, dan yang terakhir pembagian produk jus bawang putih tunggal. Hasil yang didapatkan adalah dari 31 orang warga Desa Sungai Rangas yang menjalani pemeriksaan kesehatan mempunyai tekanan sistolik dengan rentang 110 - 180 mmHg dan tekanan diastolik 61 - 100 mmHg. Hasil pemeriksaan kadar kolesterol berkisar pada rentang 134 - 289 mg/dl, dan kadar glukosa berkisar pada rentang 4,9 - 11,4 ml/mol. Dapat disimpulkan bahwa masyarakat di Desa Sungai Rangas masih ada yang memiliki kadar kolesterol, glukosa, dan darah yang cukup tinggi, sehingga harapannya edukasi dan pemeriksaan kesehatan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pemeliharaan kesehatan. Kata Kunci: Jus Bawang Putih Tunggal, Kolesterol, Glukosa, Hipertensi, Desa Sungai Rangas ABSTRACT Degenerative disease is a condition that affects organs of the body and usually occurs in people of old or young age. Cholesterol is caused by frequent consumption of high-fat foods and can trigger a variety of non-communicable diseases such as hypertension, heart disease, stroke, and diabetes mellitus. Hypertension is the deadliest diseases in the world. Approximately 1.28 billion adults aged between 30 and 79 worldwide suffer from high blood pressure. The Sungai Rangas Village, located in the West Martapura subdistrict of South Kalimantan province, suffers with hypertension. This service aims to provide education regarding the use of single garlic juice (Allium sativum) to prevent hypertension, glucose and cholesterol. The method used is starting from the process of applying for an implementation permit, preparing tools and materials, collecting data on residents and distributing health examination forms, socialization and health examinations, and finally distributing single garlic juice products. The results obtained were that 31 residents of Sungai Rangas Village who underwent health checks had systolic pressure in the range of 110 - 180 mmHg and diastolic pressure of 61 - 100 mmHg. The results of cholesterol levels ranged from 134 - 289 mg/dl, and glucose levels ranged from 4.9 - 11.4 ml/mol. It can be inferred that some residents in Sungai Rangas Village have elevated levels of cholesterol, glucose, and blood. Therefore, it was suggested that providing education and health screenings may improve public awareness in maintaining good health. Keywords: Single Garlic Juice, Cholesterol, Glucose, Hypertension, Sungai Rangas Village

25 April 2024 in Borneo Journal of Pharmascientech
Verified
Journal Article
Open access
PDF file
NONorhayati
Norhayati
GRGusti Rizaldi
Gusti Rizaldi
SNSyifa Noorwina
Syifa Noorwina
ANAnida
Anida
Indonesia kaya akan keanekaragaman hayati. Beberapa tumbuhan yang tumbuh liar di Indonesia adalah Bayam (Amaranthus viridis). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengamati kandungan senyawa metabolit sekunder dari ekstrak etanol daun Bayam (A. viridis) secara kualitatif. Penelitian ini terdiri atas 2 tahap. Tahap yang pertama yaitu membuat simplisia kemudian dilanjutkan tahap kedua yaitu skrining fitokimia simplisia. Rendemen yang didapat pada pembuatan simplisia sebesar 20,83%. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa daun Bayam (A. viridis) mengandung metabolit sekunder alkaloid, tanin, fenol dan saponin. Saran untuk penelitian ini adalah agar dapat dilakukan isolasi dari metabolit sekunder tersebut kemudian dilanjutkan dengan uji aktivitasnya.

2 October 2024 in Borneo Journal of Pharmascientech
Verified
Journal Article
Open access
PDF file
AAAbdurrahman Abdurrahman
Abdurrahman Abdurrahman
MRMuh. Agus Syamsur Rijal
Muh. Agus Syamsur Rijal
HYHelmy Yusuf
Helmy Yusuf
NONorhayati
Norhayati
GRGusti Rizaldi
Gusti Rizaldi
Ekspresi berlebih oleh Human Epidermal Receptor-2 (HER-2) menjadi penyebab pada perkembangan kanker payudara, sehingga HER-2 dapat menjadi target terapi antikanker. Trastuzumab merupakan obat pilihan dalam menghambat reseptor HER-2 dan tirosin kinase, namun kelemahan obat tersebut karena dapat terjadi resistensi obat. Naringin memiliki potensi sebagai terapi kanker payudara. Penelitian bertujuan untuk mengetahui penghambatan ekspresi berlebih pada reseptor HER-2 oleh naringin secara in silico. Docking molekul telah dilakukan dengan mengoptimalkan naringin dan trastuzumab, menyiapkan target protein HER-2 (PDB ID 3PP0), memvalidasi penambatan molekuler protokol, dan docking naringin dan trastuzumab pada HER-2. Penelitian menghasilkan binding energy sebesar -8.66 kcal/mol, sedangkan binding energy ligan asli (03Q) dan trastuzumab ke HER-2 masing-masing sebesar -9,94 kcal/mol dan -5,87 kcal/mol. Pengikatan energi menunjukkan bahwa naringin berpotensi sebagai antikanker payudara yang ditunjukkan dari afinitasnya yang lebih kuat terhadap HER2.