Background Low vitamin D has been associated with various health problems. Aging influences body composition, especially body fat and fat-free mass. Anthropometric measurements, such as body weight (BW), body mass index (BMI), body fat (BF), skeletal muscle mass (SMM), waist circumference (WC) and the waist-height ratio (WHtR) represent body composition which many studies proposed will influence serum vitamin D [25(OH)D]. The objective of the present study was to determine which anthropometric measurements were determinants of 25(OH)D levels in elderly. Methods A cross-sectional study was conducted involving 126 elderly (>60 years old) men and women at Pusat Santunan Dalam Keluarga (PUSAKA) Central Jakarta centers. Anthropometric measurements [body mass index (BMI), skeletal muscle mass (SMM), body fat (BF), and waist circumference (WC)] were determined by bioelectrical impedance analysis using the Omron body composition monitor with scales (HBF-375, Omron, Japan). Fasting blood samples were taken to measure 25(OH)D level by electrochemiluminescence immunoassay. Multivariate linear regression was used to analyze the data. Results The data showed that BMI, BF, and WC were higher than recommended, while SMM and serum 25(OH)D were lower. When the analysis was done based on sex, there were significant differences in BF, SMM, WHtR, and serum 25(OH)D. In the linear regression multivariate analysis of log 25(OH)D with age and body anthropometric measurements, only SMM reached significance level (β=0.019; p=0.025). Conclusions This study demonstrated a positive association between skeletal muscle mass and serum levels of vitamin D in elderly.
23 January 2025 in Jurnal Pengabdian Masyarakat Trimedika
Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil merupakan salah satu bentuk masalah gizi yang timbul akibat asupan zat gizi yang tidak seimbang dalam jangka waktu yang cukup lama. Kondisi KEK pada wanita hamil dapat menimbulkan berbagai kompilkasi selama kehamilan juga efek samping pasca persalinan baik untuk bayi dan ibu. Pada ibu dapat terjadi anemia, pertambahan berat badan masa kehamilan yang tidak adekuat, perdarahan, bahkan kematian ibu. Selanjutnya pada bayi, dilaporkan ditemukan kondisi berat badan lahir rendah, gangguan pertumbuhan intra uterin, abnormalitas kehamilan, kelainan kongenital, kematian janin intrauterine dan juga stunting. Penapisan status gizi sebelum ibu masuk dalam masa kehamilan menjadi penting untuk dilakukan. Pengabdian kepada masyarakat dilakukan dalam bentuk penyuluhan kepada 26 ibu hamil dan 15 kader di Kecamatan Ciambar, Sukabumi. Selain itu dilakukan pengukuran lingkar lengan atas (LLA) dan pengisian kuesioner sebelum dan setelah penyuluhan. Hasil kegiatan ini didapatkan data bahwa usia ibu hamil yang mengikuti PkM antara 21 – 39 tahun, riwayat gestasi adalah 1 – 4, rerata LLA adalah 28,19 cm, dan terdapat terdapat peningkatan pengetahuan dari 9,5 saat pre-test menjadi 9,88 saat post-test. Penyuluhan tentang asupan nutrisi yang baik dapat menjadi salah satu tombak peningkatan pengetahuan bagi ibu hamil dan keluarganya. Penyediaan makanan yang bergizi namun mudah didapat, ekonomis, mudah dibuat dan sesuai kearifan lokal menjadi salah satu pendekatan dalam upaya pencegahan stunting selain mempertahankan status kesehatan ibu yang optimal.