Aat Ruchiat Nugraha

Dr. Aat Ruchiat Nugraha

orcid

Research Focus & Metrics

Academic Career Length

13Years (2014-Present)

(Calculated once Scilit publication data is synced: current year − year of first publication + 1)

Representative Publications

View All Publications
4 February 2022 in PRofesi Humas
Verified
Journal Article
Open access
PDF file
ANAat Ruchiat Nugraha
Aat Ruchiat Nugraha
DSDiah Fatma Sjoraida
Diah Fatma Sjoraida
ENEvi Novianti
Evi Novianti
Potensi peran humas pemerintah di era milenial sangatlah tinggi seiring dengan kemajuan teknologi informasi, iklim demokrasi yang terbangun, serta masyarakat yang semakin kritis. Mewujudkan lembaga Humas Pemerintahan yang memiliki tata kelola informasi yang baik dan adaptif terhadap perubahan zaman sangatlah tidak mudah. Terdapat peluang dan kendala untuk mewujudkan aparatur pelaksana Humas Pemerintahan yang profesional tergantung pada visi, misi, strategi dan taktik pimpinan dalam memberdayakan peran, fungsi serta kewenangan lembaga kehumasan dalam mengelola informasi publik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui unsur dan model mekanisme strategi humas pemerintahan di era milenial. Penelitian ini berdasarkan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data penelitian dilakukan secara primer, yaitu wawancara pada informan yang menjabat sebagai pengelola aktivitas lembaga kehumasan tingkat pemerintahan pusat, provinsi dan kabupaten/kota dan data sekunder melalui studi dokumentasi dan observasi non partisipatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi humas pemerintah pada era milenial mengutamakan pada peningkatan aspek kolaborasi dari berbagai pemangku kepentingan melalui pemanfaatan platform media konvensional dan media digital guna mewujudkan layanan komunikasi dan informasi publik yang efektif dan berkualitas dalam mendukung tata kelola informasi publik yang terbuka. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa penggunaan strategi pelibatan stakeholders, strategi pengemasan pesan narasi tunggal, strategi media konvensional, dan strategi media sosial dilakukan secara optimal dan terintegrasi dalam rangka mencapai transformasi lembaga kehumasan pemerintah yang dapat berperan aktif pada pengelolaan kebijakan komunikasi strategis pimpinan dan lembaga.

31 December 2018 in Jurnal Kajian Komunikasi
Verified
Journal Article
Open access
IBIriana Bakti
Iriana Bakti
SSSuwandi Sumartias
Suwandi Sumartias
TDTrie Damayanti
Trie Damayanti
ANAat Ruchiat Nugraha
Aat Ruchiat Nugraha
Pangandaran adalah salah satu destinasi wisata terkenal di Jawa Barat yang memiliki keanekaragaman hayati dan keanekaragaman budaya yang terus dipelihara melalui mekanisme pendidikan lingkungan untuk menuju ke arah pelestarian dan pembangunan lingkungan yang berkelanjutan (sustainable). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kearifan lokal, pola interaksi antar pemangku kepentingan, dan saluran komunikasi yang mendukung terbentuknya geopark Pangandaran. Metode penelitiannya eksploratif untuk menginventarisir berbagai gejala yang berkaitan dengan pelaksanaan kearifan lokal, pola interaksi, dan saluran komunikasi dalam mendukung terbentuknya geopark Pangandaran. Teknik pengumpulan data menggunakan pedoman wawancara, dan studi kepustakaan. Informannya penggiat wisata yang terkait dengan pengembangan wisata berbasis kearifan lokal di Kabupaten Pangandaran yang dipilih secara purposif. Hasil penelitian menunjukkan kearifan lokal, seperti, layang syeikh, babarit, hajat leuweung, dan sebagainya telah dimanfaatkan untuk menambah daya tarik wisata di berbagai wilayah di Kabupaten Pangandaran. Pola interaksi pada tataran birokrat masih belum jelas, karena rencana tersebut baru sebatas wacana atau statement politis, sedangkan pada tataran masyarakat (penggiat budaya dan pariwisata) sudah terbentuk melalui forum silaturahmi dengan sesepuh adat, dan diskusi kelompok penggiat budaya dan wisata, sehingga terbangun kesepahaman, kesepakatan, kerjasama, dan kolaborasi di antara mereka. Saluran komunikasi yang terbentuk bersifat person to person (antarpersona) antara penggiat budaya dan pariwisata dengan sesepuh adat. Saluran kelompok memiliki konformitas dan kohesivitas yang tinggi dalam mengembangkan destinasi wisata geopark berbasis budaya dan kearifan lokal di Pangandaran. Media sosial digunakan untuk mengirim dan menerima informasi, sehingga semakin menguatkan hubungan dan ikatan sosial di antara mereka.

26 December 2020 in Jurnal Kajian Komunikasi
Verified
Journal Article
Open access
PDF file
ANAat Ruchiat Nugraha
Aat Ruchiat Nugraha
DSDiah Fatma Sjoraida
Diah Fatma Sjoraida
LELukiati Komala Erdinaya
Lukiati Komala Erdinaya
KKKokom Komariah
Kokom Komariah
Komunikasi dalam pelayanan publik menempati peranan yang sangat penting pada masa revolusi industri 4.0. Pentingnya komunikasi publik ini ditandai dengan semakin strategisnya penyampaian dan penyebaran informasi tata kelola pemerintahan yang dilakukan oleh bagian Humas Pemerintah dengan tujuan agar dapat mengubah paradigma masyarakat terhadap kinerja lembaga pemerintah menjadi lebih positif dan solutif. Melalui komunikasi pemerintahan yang didukung dengan penerapan teknologi media digital merupakan alternatif utama dalam menghadapi era milenial yang sangat kompetitif dan interaktif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis data secara deskriptif dan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi yang dilakukan oleh Humas Pemerintah telah bergeser secara “ekstrim” akibat penetrasi teknologi informasi yang harus segera diwujudkan secara optimal dalam melayani masyarakat dalam bentuk pemanfaatan media digital, salah satunya Instagram. Pemilihan aplikasi Instagram ini oleh sebagian besar pelaku Humas Pemerintah Kabuptaen/Kota di Jawa Barat dikarenakan aplikasi Instagram sejalan dengan semangat dan nilai-nilai kehumasan yang selalu menyampaikan informasi-informasi yang positif kepada publiknya. Simpulan menunjukkan bahwa komunikasi pemerintahan melalui aplikasi teknologi informasi berupa media sosial Instagram dapat menjadi alternatif media komunikasi dalam membangun hubungan publik dan upaya branding lembaga pemerintah di lingkungan kabupaten/kota dalam membentuk positioning yang kuat di benak publik sehingga kabupaten/kota dapat dikenal secara luas.

19 March 2019 in JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
Verified
Journal Article
Open access
PDF file
ANAat Ruchiat Nugraha
Aat Ruchiat Nugraha
SPSusie Perbawasari
Susie Perbawasari
FZFeliza Zubair
Feliza Zubair
ENEvi Novianti
Evi Novianti
Untuk membangun pola komunikasi yang terus berkelanjutan dalam hal kepariwisataan, masyarakat perlu dirangsang melalui program skema komunikasi pemberdayaan pada kegiatan-kegiatan yang terkait dengan event pariwisata, seperti pelatihan komunikasi efektif. Program pelatihan komunikasi efektif tentang kepariwisataan dilakukan berdasarkan potensi keragaman pariwisata yang terdapat di desa Bongas kecamatan Cililin yang memiliki adat, tradisi, budaya dan seni lokal. Pelatihan ini bertujuan memberikan pengetahuan dan keterampilan secara lisan dan tulisan yang dihadapi oleh masyarakat dalam menyampaikan pesan kepariwisataan ke pihak luar. Pendekatan kegiatan pelatihan ini menggunakan metode ceramah, diskusi, dan simulasi dengan peserta berasal dari pelaku UMKM dan kelompok sadar wisata. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman peserta terhadap pentingnnya komunikasi efektif dalam bentuk pengemasan pesan beserta teknik publikasinya bagi pelaku UMKM dan kelompok sadar wisata di desa Bongas. Kesimpulan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah bahwa potensi keragaman pariwisata akan semakin terkelola dengan baik apabila dilakukan dengan penyampaian pesan secara efektif mengenai objek wisata ke masyarakatmelalui skema pemberdayaan masyarakat yang partisipatif

30 May 2019 in International Journal of Emerging Technologies in Learning (iJET)
Verified
Journal Article
Open access
PDF file
HHHanny Hafiar
Hanny Hafiar
PSPriyo Subekti
Priyo Subekti
ANAat Ruchiat Nugraha
Aat Ruchiat Nugraha
As a millennial generation, teenagers have the need to use the internet in their daily activities. The need to access the internet is also felt by students with visually impaired. Although many various sources of information are still in the form of text, with the help of various types of assistance programs, students with visually impaired can access this information. With the existence of various assistance programs, teenagers with visually impaired can access the internet more unimpeded. Based on this background, the purpose of this research is to find out the use of the internet by students with visually impaired. The results are sequentially stated that the use of the internet includes access to WhatsApp, YouTube, Google, Social Media (Facebook and Instagram), radio streaming, video downloads, music downloads, Map/location identifiers, online shopping and TV streaming to watch football broadcasts. However, there are still a number of obstacles faced by students with visually impaired who still need technological development so that the opportunity for people with visually impaired to access the internet is increasingly open. In addition, directing efforts from related institutions are needed to improve the ability of students to use the internet as well as supervision so as not to be contaminated with negative content from the internet.

31 July 2019 in GeoJournal of Tourism and Geosites
Verified
Journal Article
Open access
SPSusie Perbawasari
Susie Perbawasari
DSDian Wardiana Sjuchro
Dian Wardiana Sjuchro
YSYanti Setianti⁴
Yanti Setianti⁴
ANAat Ruchiat Nugraha
Aat Ruchiat Nugraha
IMIskandar Muda
Iskandar Muda