Alfiansyah Yulianur

Dr. Alfiansyah Yulianur


Research Focus & Metrics

Academic Career Length

9Years (2018-Present)

(Calculated once Scilit publication data is synced: current year − year of first publication + 1)

Representative Publications

View All Publications
1 June 2020 in Data in Brief
Verified
Journal Article
Open access
AYAlfiansyah Yulianur
Alfiansyah Yulianur
TSTaufiq Saidi
Taufiq Saidi
BSBambang Setiawan
Bambang Setiawan
SSSugianto Sugianto
Sugianto Sugianto
MRMuhammad Rusdi
Muhammad Rusdi
MAMuzailin Affan
Muzailin Affan
The liquefaction at Petobo, Central Sulawesi affected at least 1.8 square kilometers, destroyed up to 744 houses, and caused more than 104 casualties. The data offered in this article are microtremor measurement datasets at the liquefaction site of Petobo, Central Sulawesi, Indonesia. The datasets were recorded using 3 component (3C) Guralp 6T-D broadband seismometer. There are 14 microtremor datasets, which consist of 10 datasets measured inside the liquefaction affected site and 4 datasets recorded outside the liquefaction affected site of Petobo, Central Sulawesi. Two to four datasets with 20 min length, were recorded at different times at each location. The microtremor data is crucial for horizontal to vertical (H/V) spectral ratio analysis, from which both the fundamental frequency and ellipticity curve at the measured site are deduced. The site fundamental frequency is useful for estimating the characteristics of the sub-surface condition at the measured site. The curve of the Rayleigh waves fundamental mode is needed to develop the shear wave (S-wave) velocity profile of the measured site.

28 February 2018 in Jurnal Teknik Sipil
Verified
Journal Article
Open access
PDF file
MMMatjakriandi Matjakriandi
Matjakriandi Matjakriandi
AYAlfiansyah Yulianur
Alfiansyah Yulianur
MIMr Isya
Mr Isya
The road is a transportation infrastructure that is essential for humans. The road connects a community of people in a region with other regions, one important aspect for highway construction was securing the road from the water, either from rain or from a side-street drainage impact on the road surface damage. Bener Meriah district, a mountainous region with an altitude of 100 meters above sea level up to 2,500 meters, with a fairly high rainfall. Road conditions on the slopes and foothills affect the slope of the road longitudinal slope and drainage in the rainy season the road so much going drainage is not functioning properly. Water flows and puddles on the pavement as well as the water flows out of the drainage caused by slope which was great so happens scouring the drainage, plus more water falling from the slopes directly to the pavement without any treatment, for it was necessary to do research that aims to identify capacity of the existing road drainage network, knowing and planning network capacity as well as the road drainage slope drainage is needed so that the roads are not inundated by rain water discharge. The research was conducted on roads Pondok Baru - Permata on Sta.4 + 200 s / d Sta10 + 522. The method used in this research was the average algebra as well as to get a discharge plan and dimension using numerical equations rational modification with a system of trial and error, to come to the rain plan period of 5 years is 184 mm. Existing drainage conditions based on calculations obtained an average drainage discharge 1.52 m3 / sec and the discharge count 0.52 m3 / sec flow rate of water drainage on average at 7.54 m / sec speeds exceeding 1.5 license m / sec. Having calculated back then obtained an average discharge chute 0.519 m3 / sec and the discharge count 0,517 m3 / sec at the speed of average water flow of 1.31 m / sec, drainage on roads Pondok Baru - Permata diredesign necessary. Abstrak: Jalan merupakan infrastruktur transportasi yang sangat penting bagi manusia. Jalan menghubungkan suatu komunitas masyarakat di suatu wilayah dengan wilayah lain, salah satu aspek penting untuk konstruksi jalan raya adalah mengamankan jalan dari air, baik dari air hujan maupun dari drainase samping jalan yang berdampak terhadap kerusakan permukaan jalan. Kabupaten Bener Meriah merupakan daerah pegunungan dengan ketinggian dari permukaan laut 100 meter sampai dengan 2.500 meter, dengan curah hujan yang cukup tinggi. Kondisi jalan yang berada di lereng dan kaki gunung mempengaruhi terhadap kemiringan memanjang jalan dan kemiringan drainase jalan sehingga pada musim hujan banyak terjadi drainase tidak berfungsi dengan baik. Air mengalir dan tergenang di perkerasan jalan serta air mengalir dengan cepat pada drainase yang disebabkan oleh slope yang besar sehingga terjadi gerusan pada drainase, ditambah lagi air jatuh dari lereng langsung ke perkerasan jalan tanpa ada penanganan, untuk hal itu perlu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengidentifikasi kapasitas jaringan drainase jalan yang ada, mengetahui dan merencanakan kapasitas jaringan drainase jalan serta drainase lereng yang dibutuhkan agar jalan tidak tergenang oleh debit air hujan. Penelitian ini di lakukan pada ruas jalan Pondok Baru – Permata pada Sta.4+200 s/d Sta10+522. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode rata-rata aljabar serta untuk mendapatkan debit rencana dan dimensi menggunakan metode rasional modifikasi persamaan numeris dengan sistem trial and error, didapat untuk hujan rencana periode 5 tahun yaitu 184 mm. Kondisi drainase eksisting berdasarkan perhitungan didapat debit drainase rata-rata QS 1,52 m3/detik dan debit hitung QT 0,52 m3/detik dengan kecepatan aliran air rata-rata pada drainase 7,54 m/detik yang melebihi kecepatan izin 1,5 m/detik. Setelah dihitung kembali maka didapatkan debit saluran rata-rata QS 0,519 m3/detik dan debit hitung QT 0,517 m3/det dengan kecepatan aliran air rata-rata 1,31 m/detik, drainase pada ruas jalan Pondok Baru – Permata perlu dilakukan desain.

28 February 2018 in Jurnal Teknik Sipil
Verified
Journal Article
Open access
PDF file
ZZZubaidah Zubaidah
Zubaidah Zubaidah
AYAlfiansyah Yulianur
Alfiansyah Yulianur
AAAzmeri Azmeri
Azmeri Azmeri
Baro Raya irrigation area is one of the technical irrigation, source of water for Baro Raya irrigation Channel is Krueng Baro that intercepted through a weir Filter Down (weir Tyrool), with a total area of 11.855 ha irrigation. The purpose of this study were: 1) to find out the large volume / dependable flow that available at the weir, 2) to find out the amount of crop water needs for each alternative, 3) to find out the extents optimum plant that can be irrigated by the available water, 4) by reviewing the dam water balance based on cropping planned, is expected to provide an overview of alternative water balance is obtained. The method used in this research were data collection and data analysis to know dependable flow, water irrigation, cropping pattern and cropping intensity. The existing condition shows that the cropping pattern of rice-paddy-grains, normally cropping intensity in the study area ranged from only a maximum of 183%-231%, with a probability of irrigation water supply capability of MT 1 (rice) 52-84%, MT 2 (rice) 55-71% and MT 3 (pulses) 76-100%, while the study by modifying the cropping pattern into a rice-paddy / crops-rice and accompanied by the water delivery system by rotation, irrigation area Baro Raya Right that has acreage of 8927 ha can be irrigated as a whole even with cropping intensity to a maximum of 300%, with alternative cropping pattern 6 that MT1 (rice, 1 group), MT2 (rice, 2 groups) and MT3 (crops, 1 group), with planting begins in October the 2nd week, these alternatives are the best, classification is only done on MT 2, which is as much as two groups with the type of planting the same namely rice, this condition will minimize social conflict because there is no rotation of the water supply level group, because probability ability of water sources ranging between 84-100%. Abstrak: Daerah irigasi Baro Raya merupakan salah satu daerah irigasi teknis, Sumber air untuk jaringan irigasi Baro Raya adalah Krueng Baro yang disadap melalui sebuah Bendung Saringan Bawah (Bendung Tyrool), dengan luas areal irigasinya 11.855 Ha. Tujuan penelitian ini adalah : 1) Dapat diketahui besarnya volume/kapasitas andalan yang tersedia pada bendung, 2) Dapat diketahui besarnya kebutuhan air tanaman untuk masing-masing alternatif, 3) Dapat diketahui luasan tanaman optimal yang dapat diairi berdasarkan air yang tersedia, 4) Dengan melakukan kajian neraca air bendung berdasarkan pola tanam yang direncanakan, diharapkan dapat memberikan gambaran keseimbangan air dari alternatif yang diperoleh. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode pengumpulan data dan analisis data untuk mengetahui debit andalan, kebutuhan air irigasi, pola tanam dan intensitas tanam. Kondisi eksisting menunjukkan bahwa dengan pola tanam padi–padi–palawija, secara normal intensitas tanam yang ada di lokasi studi maksimum hanya berkisar antara 183%-231%, dengan probabilitas kemampuan penyediaan air irigasi sebesar MT 1 (padi) 52-84%, MT 2 (padi) 55-71% dan MT 3 (palawija) 76-100%, sedangkan Kajian dengan cara memodifikasi pola tanam menjadi padi-padi/palawija-padi dan dengan diiringi sistem pemberian air secara rotasi, Daerah Irigasi Baro Raya Kanan yang mempunyai luas areal 8.927 ha dapat diairi secara keseluruhan bahkan dengan intensitas tanam maksimum sebesar 300%, yaitu dengan alternatif pola tanam 6 yakni MT1 (padi, 1 golongan), MT2 (padi,2 golongan) dan MT3 (palawija,1 golongan), dengan masa tanam dimulai pada bulan Oktober minggu ke-2, alternatif ini adalah yang terbaik penggolongan hanya dilakukan pada MT 2, yakni sebanyak 2 golongan dengan jenis tanam yang sama yakni padi, kondisi ini akan memperkecil konflik sosial karena tidak ada rotasi pemberian air ditingkat golongan, sebab probabilitas kemampuan sumber air yang terjadi berkisar antara 84-100%.

28 February 2018 in Jurnal Teknik Sipil
Verified
Journal Article
Open access
PDF file
PYPadli Yoga
Padli Yoga
SSSofyan M. Saleh
Sofyan M. Saleh
AYAlfiansyah Yulianur
Alfiansyah Yulianur
The mountainous terrain with the road conditions on the slopes and the foot of the mountains that have a large service area and large slope of land when the rain of water overflows from the slopes of the mountains with a very large water debit flow and speed is high enough, the water flowing along the long road , resulting in disruption of traffic activity as well as damage to road construction and equipment. A large fold discharge and a high speed result in disruption of traffic activity and damage to road construction and equipment. This study aims to analyze the check dam spacing to minimize flow velocity to provide the required solution of road drainage in response to high flow velocity problems. The research used descriptive method for collecting secondary data and primary data as evaluation material, calculation refers to hydrology and hydraulics calculation system for open channel. The research was conducted on the road batas Kota Takengon-batas Bener Meriah. The results of the research obtained the average drainage flow velocity of 6,45 m/sec, the permit rate based on the material type 1.50 m/sec (does not meet the permit speed requirements), the drainage required installation xx. Average velocity after installation of upstream to downstream systems as a way to minimize a flow rate of 0,54 m/sec (meet the permission speed requirements). Abstrak: Medan bergunung dengan kondisi jalan yang berada di lereng dan kaki pegunungan yang mempunyai daerah layanan yang luas dan kemiringan lahan yang besar pada saat hujan air melimpah dari lereng pegunungan dengan debit air linpasan yang sangat besar serta kecepatan yang cukup tinggi, air mengalir mengikuti arah memanjang jalan, mengakibatkan terganggunya aktifitas lalulintas serta terjadinya kerusakan pada konstruksi jalan dan perlengkapannya. Debit linpasan yang besar serta kecepatan yang cukup tinggi mengakibatkan terganggunya aktifitas lalulintas dan terjadinya kerusakan pada konstruksi jalan dan perlengkapannya. Penelitian ini bertujuan menganalisis jarak pematah arus untuk memperkecil kecepatan aliran untuk memberikan solusi yang dibutuhkan drainase jalan raya dalam menanggulangi permasalahan kecepatan aliran yang tinggi. Penelitian mengunakan metode deskriptif untuk pengumpulan data sekunder dan data primer yang dijadikan sebagai bahan evaluasi, perhitungan mengacu pada sistem perhitungan hidrologi dan hidrolika untuk saluran terbuka. Penelitian dilakukan di ruas jalan batas Kota Takengon-batas Bener Meriah. Hasil dari penelitian didapat kecepatan aliran drainase rata-rata 6,45m/detik, kecepatan ijin berdasarkan jenis material 1,50 m/detik (tidak memenuhi persyaratan kecepatan ijin), drainase diperlukan pemasangan pematah arus. Kecepatan rata-rata setelah pemasangan pematah arus sitem jarak hulu ke hilir sebagai cara untuk memperkecil kecepatan aliran sebesar 0,56 m/detik (memenuhi persyaratan kecepatan ijin).

28 February 2018 in Jurnal Teknik Sipil
Verified
Journal Article
Open access
PDF file
LZLiza Zulaini
Liza Zulaini
AYAlfiansyah Yulianur
Alfiansyah Yulianur
EFEldina Fatimah
Eldina Fatimah
Gampong Kuta Ateuh is the center of settlement and government office areas concerned to guard its territory against flooding inundation, so it is necessary a representative drainage handling. The purpose of this research is to evaluate the performance of drainage network of Gampong Kuta Ateuh based on channel capacity on existing spatial condition, and to evaluate the performance of drainage network based on channel capacity on Sabang City Spatial Condition. Based on the result of performance evaluation of drainage network at Gampong Kuta Ateuh on existing spatial condition based on channel capacity obtained 2 (two) unsafe channel segment which yield minus value (-) for Qs-QT. Based on spatial arrangement that is at least the proportion of 30% RTH (Green Open Space) of each DTH produces 5 (five) unsecured channel segments, this shows current RTH Kota Sabang 30%. A value of the runoff coefficient (C) has a range between 0,5453 and 0,5025. Spatial arrangement of this research has resulted in many channels damaged by the arrangement of road landscapes that do not follow the Ministerial Decree No.05 / PRT / M / 2012 on Tree Planting Guidance on Road Network Systems. The path of plant on the road should be placed on the edge of traffic lane and pedestrian path, after the pedestrian path then the channel. Abstrak: Gampong Kuta Ateuh merupakan pusat permukiman dan kawasan perkantoran pemerintah yang berkepentingan untuk menjaga wilayahnya terhadap banjir genangan sehingga perlu penanganan drainase yang representatif. Tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi kinerja jaringan drainase Gampong Kuta Ateuh berdasarkan kapasitas saluran terhadap kondisi tata ruang existing, dan mengevaluasi kinerja jaringan drainase berdasarkan kapasitas saluran terhadap kondisi Penataan Ruang Kota Sabang. Berdasarkan hasil evaluasi kinerja jaringan drainase Gampong Kuta Ateuh pada kondisi tata ruang existing berdasarkan kapasitas saluran diperoleh 2 (dua) ruas saluran yang tidak aman dimana menghasilkan nilai minus (-) untuk Qs-QT. Berdasarkan penataan ruang yaitu minimal proporsi 30% RTH (Ruang Terbuka Hijau) dari tiap DTH menghasilkan 5 (lima) ruas saluran yang tidak aman, hal ini menunjukkan saat ini RTH Kota Sabang 30%. Nilai Koefisien aliran (C) berdasarkan penataan ruang saat ini adalah paling tinggi 0,5453 sedangkan berdasarkan penataan ruang dengan proporsi minimal RTH 30% adalah 0,5025. Penataan ruang dari penelitian ini menghasilkan bahwa banyak saluran yang rusak akibat penataan lanskap jalan yang tidak mengikuti Permen PU No.05/PRT/M/2012 tentang Pedoman Penanaman Pohon pada Sistem Jaringan Jalan. Jalur tanaman pada jalan sebaiknya diletakkan ditepi jalur lalu lintas, yaitu diantara jalur lalu lintas kendaraan dan jalur pejalan kaki. Setelah jalur pejalan kaki kemudian saluran.